Maha Baiknya Penciptaku, Ia memberikanku waktu di sore dan malam hari untuk membebaskanku dari beban pikiran soal pekerjaan di kantor, memberiku waktu luang yang panjang di hari Sabtu dan Mingguku. Jika waktu kerjaku selesai, aku bisa memulai "hidup"-ku. Aku akan mengisi penuh bahan bakar motorku, membawa diriku ke tempat-tempat yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Aku akan mengumpulkan beberapa bahan sebagai ide untuk video, podcast, atau tulisanku selanjutnya. Aku akan membeli makanan kesukaanku, berbelanja barang-barang lucu, sekedar berjalan-jalan di sekeliling Kebun Raya Bogor, makan bubur ayam pagi-pagi, pulang ke Sukabumi untuk menyapa senyum keluargaku, bertemu teman-teman lama yang tak pernah tak jadi istimewa, atau sekedar bermain dan nonton bareng adik-adik.
Ada banyak hal yang ingin kukeluhkan. Entah itu tentang hari ini, kemarin, atau bahkan di masa lalu. Tapi pagi ini aku membaca postingan pendek yang menyentil ketika sarapan. Singkatnya, postingan instagram tersebut mengingatkanku tentang keluhan. Jika aku, sekarang, masih mengeluhkan hal yang sama, maka suatu saat nanti, ketika aku menjadi orangtua dan memiliki anak, anakku akan mengeluhkan hal yang sama. Dan tentu saja aku tak ingin seperti itu. Kata-kata terakhir postingan itu membuat mulutku berhenti mengunyah sesaat. Begini katanya,
Bersiap-siaplah dengan baik menjadi orang yang layak disebut dalam doa anak-anakmu kelak, agar Allah memperlakukanmu... "Sebagaimana ia memperlakukanku di masa kecil"
Memang lebih mudah mengatakan pada diri sendiri bahwa aku akan menerima segala takdir Allah hari ini, dibanding melakukannya. Tapi aku ingin jadi siap, untuk menghadapinya. Apapun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar